TERHANGAT

Selamat datang, Sobat! Jangan malu-malu untuk baca, komentar, dan share ya. Semoga coret-coretan ini bisa bermanfaat ya. Salam kenal. :)

“(Allah bersumpah dengan ciptaannya) dan demi jiwa serta penyempurnaan ciptaannya. Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu jalan kefasikan kedurhakaan dan jalan ketaqwaannya. Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu. Dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya”. (QS.91:7-10)

Sabtu, 22 Juni 2013

KELUARGA MAHASISWA UNIVERSITAS DIPONEGORO MENGGELAR AKSI SOLIDARITAS UNTUK MAHASISWA BARU


Jum’at (21/6) Keluarga Mahasiswa Universitas Diponegoro menggelar aksi solidaritas untuk mahasiswa baru dengan tagline #SaveUndip. Pukul 07.00 WIB masa aksi mulai berkumpul di PKM Joglo. Selang setengah jam kemudian ratusan masa aksi bergerak long march menuju Bundaran Widya Puraya. Riuh rendah dan sorak-sorai masa aksi memenuhi langit di atas Universitas Diponegoro.

Aksi ini digelar sebagai bentuk ekspresi suara mahasiswa menanggapi kemelut Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang akan diterapkan kepada mahasiswa baru angkatan 2013. Sudah sejak tahun 2012 Uang Kuliah Tunggal menjadi kontroversi. Akan tetapi tahun ini kekhawatiran mahasiswa semakin menjadi-jadi. Pasalnya banyak sekali didapati mahasiswa baru kebingungan tentang aturan dan mekanisme penerapan Uang Kuliah Tunggal. Bahkan tak jarang mahasiswa baru banyak yang salah melakukan entri kemampuan golongan UKT, dengan persepsi bahwa nominal tersebut hanyalah uang pangkal seperti tahun-tahun sebelumnya.

Tidak hanya itu, pengurus kesma BEM KM dan BEM Fakultas sampai kelimpungan membantu dan menanggapi keluhan mahasiswa baru bahwa hasil verifikasi sangat jauh dari harapan. Tidak sedikit mahasiswa yang mengajukan banding lantaran hasil verifikasi sangat jauh dari kemampuan ekonomi keluarga.

Aksi ini menjadi penyempurna kepedulian mahasiswa yang dalam beberapa waktu ini sangat fokus membantu pelayanan informasi dan advokasi mahasiswa baru terkait UKT. Bukan sekadar retorika atas nama kepedulian, tapi sebelumnya telah mengerahkan segenap waktu dan tenaga untuk melayani dan mengadvokasi mahasiswa baru. Dan aksi ini menjadi ekspresi sederhana dari advokasi selama ini yang masih butuh perhatian dan perjuangan lebih.

Dalam aksi ini mahasiswa menyampaikan beragam aspirasi. Termasuk meminta rektor mengeluarkan pernyataan menjamin tidak ada mahasiswa baru yang mengundurkan diri lantaran tidak mampu membayar uang kuliah.

Aksi mendapat tanggapan yang sangat positif dari jajaran pengelola universitas dan fakultas yang pada saat itu baru saja selesai agenda Jum’at pagi bersama. Dalam tanggapannya, rektor, menyatakan bahwa Undip masih kampus rakyat dan rumah kita. Semua mahasiswa memiliki hak yang sama untuk dapat berkuliah, termasuk yang tidak mampu. Adanya UKT adalah untuk mengakomodir mahasiswa yang tidak mampu. Diakui pula bahwa system baru ini masih ada kekurangan sehingga perlu peran aktif mahasiswa dalam mengawal kebijakan dan mekanismenya.

Terakhir, Rektor menjamin bahwa tidak aka nada mahasiswa baru yang mengundurkan diri lantaran tidak mampu membayar uang kuliah. Dan Pembantu Rektor III dengan tegas menyatakan jika ada mahasiswa yang benar-benar terbukti tidak mampu tapi kesulitan membayar biaya kuliah, maka beliau akan turun tangan untuk memperjuangkan kelanjutan studi mahasiswa tersebut.

Menutup aksi tersebut, masa aksi melanjutkan long march hingga seluruh jalan di Universitas Diponegoro.

Demikian gambaran singkat tentang aksi solidaritas untuk mahasiswa baru yang digelar Jum’at pagi. Semoga Universitas Diponegoro tetap konsisten dengan prinsip pendidikan yang berkeadilan dan merakyat. Semoga mahasiswa selalu peduli dan membantu dengan usaha apapun yang bisa dikerahkan untuk menjaga jaminan akan kesejahteraan mahasiswa. Hidup mahasiswa baru!

Taufik Aulia Rahmat
Ketua BEM FT KM Universitas Dipoengoro
01.42 Diposting oleh Taufik Aulia Rahmat 0

Kamis, 06 Juni 2013

Kajian Reflektif: Alay dan Masa Depannya

Harimau mati meninggalkan belang
Manusia mati meninggalkan nama
Begitulah peribahasa tua mengatakan tentang peninggalan kita di dunia setelah ajal menjemput. Kemudian saya tergelitik melihat realita sekarang. Majunya teknologi pun kini bisa merubah peribahasa yang melegenda dari jaman orang tua saya belajar SD dulu.
Harimau mati meninggalkan belang
Manusia mati meninggalkan segenap akun sosmed dan postingannya
*haha
Bahkan kemarin saat kami baru memulai mentoring yang sempat lama tersendat (karena satu hal dan hal lainnya) hal ini jadi bahan obrolan yang sangat menarik. Awalnya saya melihat mata para mentee sudah mulai berat tertimpa kantuk, sejenak ketika saya lontarkan tema ini segera tanggapannya antusias.
Menurut hemat saya, saya menyebutnya ‘mengerikan’. Kenapa?
Tak masalah kalau jika yang kita tinggalkan itu adalah akun dan postingan yang positif. Akan jadi ‘mengerikan’ jika yang kita tinggalkan itu adalah akun-akun dengan nama dan postingan alay.
Thya Agy Marahan Ama Facebook
Anyie Yaa Anie
Budhiee Asliewonkjowo
Kikina kakak
“Q udd blank lok Q agy mlezz ponan ma cmzan, jdna aQ OL ma tmen2 Fesbukers @_@”
Sudah kebayang betapa mengerikannya hal ini? Bayangkan saja jika kematian kita hanya meninggalkan akun-akun alay dengan postingan yang susah dibaca. Akan jadi tertawaan bagi orang-orang yang hidup. Nyesek ga tuh? Sudah begitu, anak dan cucu pun jadi malu menanggung aib kealayan.
Tidak cukup sampai disitu. Bayangkan di dalam kubur dan hari akhir nanti kita akan diminta pertanggungjawaban untuk semua amal dan perbuatan kita di dunia. Salah satunya adalah akun-akun tersebut.
“Hai Fulan, kau gunakan untuk apa akun-akunmu? Sekarang saatnya pembalasan atas dosa-dosamu membuat tulisan yang susah dibaca manusia.”
‘Mengerikan’ sekali, bukan?
Coba pikirkan lagi, di alam kubur tak akan mungkin kita bisa mengelak. Tak mungkin ada percakapan seperti ini:
M: kamu tau kamu sekarang di mana?
A: di hatimoooeeeee
M: siapa Tuhanmu?
A: kasih tau ga ya?
M: siapa Nabi mu?
A: mau tau aja atau mau tau banget?
M: kamu tau gak kerikil di neraka jahanam 70x lebih panas dari api di dunia?
A: trus gw harus bilang woooooooooow gitu?
M: aku pastikan kamu masuk neraka!!!
A: ciyusss??? miapah???
(diambil dari sebuah komentar di Kompasiana)

Mari kita bandingkan dengan generasi terbaik ummat ini. Mereka di lahirkan di tengah keterbatasan zaman. Listrik belum ada. Apalagi social media. Sebut saja Imam Syafi’I, Imam Malik, Imam Ahmad, Imam Hanafi, Ibnu Sina, Ibnu Rusyd, Al-Khawarizmi, dan kawan-kawan(Semoga Allah merahmati mereka). Peninggalan mereka adalah karya-karya yang sangat monumental dan berkelas. Sudah ratusan tahun, tapi tetap saja menuai manfaat. Selalu dibaca dan disampaikan segenap manusia. Bisa dibayangkan apa jadinya jika Kitab Al-Muwatha’ tulisan Imam Malik ditulis dengan tulisan alay? Na’udzubillah. @_@
Nah, itulah perbandingan generasi ratusan tahun silam dengan generasi hari ini. Atau saya yang tidak tahu bahwa alay itu sudah ada sejak ribuan tahun silam dan menjadi klan rahasia yang terus berkembang sampai sekarang? Haha sudahlah…

Tulisan ini tidak bermaksud menyinggung para alay, apalagi menyakiti. Semua orang memiliki hak dan kewajiban yang sama di dalam hukum dan pemerintahan  #eh. Jadi, menjadi alay itu juga hak. Tapi bisalah kita ambil pelajaran untuk bisa menggunakan kemudahan-kemudahan teknologi informasi seperti social media secara cerdas dan bertanggung jawab. Bukan hanya tanggung jawab di dunia, tapi juga akhirat.

Semarang, 5 Juni 2013
@taufikarahmat
07.01 Diposting oleh Taufik Aulia Rahmat 0

Minggu, 26 Mei 2013

Tolong

Compail failed. Full error. Suspended!
Kira-kira begitu yang muncul saat otak saya mengirimkan instruksi kepada tangan untuk menulis. Terlalu banyak interrupt yang muncul. Perkaranya adalah bahwa saya sudah lama sekali tidak menulis, atau bahkan sedikit corat-coret blog tersayang. Ketika akan menulis, mengumpulkan mood itu susah sekali. Padahal saya tahu bahwa menulis itu tinggal tulis saja, tanpa perlu banyak pretensi.

Banyak yang ingin dibagi dan dicerita. Tapi apadaya, tangan ini masih terpedaya oleh otak yang terlalu banyak interrupt. Ooooohhh… Bring me to Computer System Engineer!
11.06 Diposting oleh Taufik Aulia Rahmat 0

Rabu, 17 April 2013

Buat Mahasiswa Yang CUMA Bangga Sama IP 3.5


Pas buka facebook pas ada temen y ngeshare tulisan seseorang di tumblr. Ane copast aja nih. Boleh kali lah dibaca.

Disadari atau nggak, mahasiswa di era pasca soeharto lengser cenderung lebih berbeda dibanding dengan mahasiswa sebelum soeharto lengser. Setidaknya, dari intensitas ngomong, mahasiswa jaman sebelum soeharto lengser lebih vokal ngomong di luar urusannya sama akademik.

Terlepas dari ada atau nggak penyokong dana di balik aksi mahasiswa sebelum soeharto, senggaknya mahasiswa di jaman orde baru lebih punya prinsip buat ngadain gerakan-gerakan. Nggak cuma gerakan demo, tapi juga lobi-lobi ke pemerintahan.

Sekarang?

Disadari atau nggak, mahasiswa jaman sekarang cenderung lebih milih nggedein IPK, lulus nggak nyampe 4 tahun, terus kerja di perusahaan bonafit. Sukur-sukur sih kerja di perusahaan asing yang ada di Indonesia. Kalo bahasa kasarannya versi ane, menJongoskan diri di negeri sendiri. yaaa…beda tipis lah sama orang pribumi jaman hindia belanda yang justru jadi kacungnya orang belanda.

Oke. Kembali ke topik. Dari berbagai obrolan warung kopi, emang faktanya mahasiswa jaman sekarang (nggak tau sengaja atau nggak) dibuat biar lebih fokus ke bidang akademiknya. Itu bahasa halusnya. Kalo bahasa yang agak blak-blakan, yaa…mahasiswa dibikin cupu. Dibikin gimana caranya jadi kutu buku, tiap hari cuma berangkat kuliah, masuk kelas, dengerin dosen, tidur di kelas, ngerjain tugas, lobi dosen biar dapet nilai bagus, atau biar lebih dramatis, kalo menjelang ujian safari ke rumah dosen ngasih parcel atau bingkisan. Yaa..siapa tau si dosen akan iba dan tersentuh hatinya kalo udah dikasih bingkisan, terus mau ngasih nilai bagus.
Kurang lebih gitu kan?

Kalo diitung di kampus, jumlah mahasiswa yang mau mikir kondisi kampusnya, lingkungannya, atau malah negaranya, dibanding jumlah mahasiswa yang boro-boro mikir orang lain, buat mikir dirinya sendiri bahkan doi bersedia nyikut kawannya. Banyakan mana coba? Mahasiswa yang lebih ngejar target IPK dan lulus cepet, ketimbang mahasiswa yang menikmati kuliahnya dengan berbagai kegiatan non akademik.

Yaa…nggak bisa dipungkiri, mahasiswa jaman sekarang ngejar lulus dibawah 4 tahun. Bukan mahasiswanya yang salah sih kalo menurut ane.

SEKALI LAGI!
BUKAN MAHASISWA JAMAN SEKARANG YANG SALAH.

Tapi dari berbagai hasil analisis ane, emang mahasiswa jaman sekarang sengaja dibikin nggak vokal, baik merespon lingkungannya, terhadap sikap pemerintah pusat dan daerah, atau juga terhadap orang-orang di sekitarnya. Kenapa?
Berikut analisis ane…. 

Yang pertama, secara nggak sadar, Rezim jaman SBY beda-beda tipis sama rezimnya Soeharto. Nggak percaya? Yaa…walau kedoknya negara demokrasi, bebas korupsi, kebebasan berpendapat, tapi faktanya kroni-kroninya SBY di partai sama di keluarganya pada mainin proyek negara. Korupsi kurang lebih bahasa jaman sekarangnya. Nah, kalo mahasiswa jaman dulu, mereka langsung sadar kalo Kroninya Soeharto korup. Makannya tahun 1998 sempet meledak kan?
Sekarang? Jaman SBY? Orang birokrat udah belajar dari jaman kesalahan Soeharto. Kalo mahasiswa dibiarin liar di kampusnya, dikasih ruang bebas buat berorganisasi atau respek ke lingkungannya, yang ada mereka sadar kalo sekarang jaman udah lagi nggak bener. Maka dari itu dibikin kurikulum kampus yang lebih ketat. Target IPK 3 lah, lulus di bawah 4 tahun lah. bla bla bla….
Itu yang pertama.

Yang kedua, mau nggak mau ane harus ngomong lagi soal konspirasi asing. Kok nyambung ke asing? Pikir aja! 5-10 tahun ke depan, yang bakalan ngurus negara Indonesia tercinta mau nggak mau ya mahasiswa yang kuliah kan? Nah, kalo mahasiswa yang kuliah dibiarin liar di kampusnya, belajar organisasi, terus tiba-tiba sadar mereka masih dibodohi asing jaman modern, pasti mereka bakal berontak.
Nah, strategi asing, ya dibikin gimana caranya biar mahasiswa yang lulus dari kampusnya buat puas dengan gaji sedikit di atas perusahaan pribumi, terus menikmati hasil ngacung mereka di perusahaan asing.
Kalo mahasiswa sadar, 5-10 tahun lagi asing pasti bakal terancam. Kenapa? Bayangin aja sekarang. Berapa perjanjian ekspor impor yang merugikan Indonesia? Contoh gampang yang baru kejadian, Indonesia punya banyak garam, tapi menteri perdagangannya malah impor garam. Nah lo? Nyambungnya? Ya Intervensi asing.

Nggak cuma itu. Sekarang, coba pikir lagi, 5-10 tahun, minyak sama hutan bakal jadi barang langka dan penting. Asing di Indonesia udah mulai ancang-ancang noh! Pake perusahaan, csr, greenpeace, bla bla bla. Nah? Kalo mahasiswa nyadar orang indonesia cuma jadi kacung di negaranya, ya asing merasa terancam. Maka dibuatlah gimana caranya mahasiswa lulus dengan kemampuan akademik aja, biar nggak punya jiwa kepemimpinan, terus puas dengan kedudukan STAF PERUSAHAAN ASING di negaranya sendiri.

Itu baru dua. Sebenarnya masih banyak opini di otak ane, kenapa mahasiswa sekarang dibikin diem. Oiya, perlu ditekankan lagi. Ane nggak mendiskreditkan mahasiswa jaman sekarang. Karena status ane sekarang juga masih mahasiswa. Tapi yang terjadi sekarang, sistemnya emang dibikin gitu. mahasiswa diberi ruang sempit buat melakukan aktivitas diluar doktrin akademik. Intinya 24 jam dalam 7 hari, mahasiswa disuruh baca buku doang!
Terus juga, ane nggak anti asing! Tapi faktanya sekarang, asing yang udah ngobok-obok negara kita. Emang mau besok anak-anak kita tetep dijajah kayak kita? dijadiin kacung dari perusahaan-perusahaan mereka yang udah nyedot emas, minyak, batubara, dan kekayaan negara kita buat perut mereka? Ane rasa cuma orang bego yang mau diporotin hartanya sampe mereka jatuh miskin.

Sebenernya sih mahasiswa yang nyadar juga ada. Ada juga mahasiswa sekarang yang mulai bikin gerakan sosial. Misalnya di twitter, facebook, forum. Yaa..termasuk kaskus juga. Di dunia nyata, banyak juga mahasiswa yang bikin gerakan sosial yang intinya ngembangin potensinya. Tapi itu baru sebagian kecil.
Ini bukan jaman penjajahan klasik kayak jaman jepang, belanda, inggris jajah indonesia sebelum 1945. Ini jaman penjajahan model baru. Nggak cuma orang asing, bangsa sendiri yang cuma mikir mbuncitin perut mereka juga penjajah model baru.

06.21 Diposting oleh Taufik Aulia Rahmat 4

Minggu, 24 Februari 2013

Komunikasi, Cinta, dan Ukhuwah Islamiyah: Materi Tashiru Rohis Ar-Rabbani Smansa Tuja


Alhamdulillah dapet kesempatan untuk upgrade kapasitas nih pas liburan. Rencana Allah selalu luar biasa. Ari Susanto, Reza Arief Fauzan; dua adik kecil dengan kapasitas besar yang berani dan berkeinginan kuat untuk berkembang. Bangga deh sama kalian. Mereka yang menjadi perantara Allah untuk merecharge semangat lagi dengan bertemu dan diskusi bersama adik-adik di Rohis Ar-Rabbani SMA Negeri 1 Tumijajar. Siang itu, Rabu, 13 Februari 2013, di ruangan yang dulu kita sebut ruangan aula atau kemudian kita lebih akrab dengan sebutan kelas XI IPA 1, berkumpullah wajah-wajah ceria yang mewarnai ruangan penuh cerita ini. Sejujurnya ketika saya kembali ke tempat ini, ke tanah ini, langkahku jadi lebih memburu, tulang punggungku jadi lebih merunduk. (#jangandipikirinparagrafini)
Reza, Ari, dan saya, membawakan sebuah diskusi yang sangat menarik dan relevan buat adik-adik insyaallah setelah sebelumnya dilakukan riset kecil-kecilan tentang materi apa yang perlu kami sajikan. Ukhuwah, yang turunannya adalah komunikasi dan cinta.
Slide #1 #2 #3
Ini adalah penegasan tentang tujuan adik-adik semua: mau belajar, sukses, berkembang, cari jodoh, ikut-ikutan, dan lain sebagainya. Ataukah kita akan termasuk ke dalam orang-orang yang celaka sebab tujuan tak jelas dan setiap harinya semakin buruk.
Slide #4 #5
Sebuah analogi tentang jalan yang harus kita lalui dimana di ujungnyalah terdapat tujuan. Dan di sekitar jalan itu terdapat beragam macam godaan yang sewaktu-waktu akan datang tanpa diundang, akan memburu tanpa dipancing. Godaan yang beragam itu dapat menggagalkan perjalanan kita, atau memperlambat laju perjalanan. Maka baiknya sekali lagi kenali lagi dengan sangat apa yang menjadi tujuanmu, jalan mana yang kau tempuh, dan pekalah terhadap godaan-godaan yang muncul.
Nah, yang kami identifikasi godaan-godaan dalam masa remaja, organisasi, dan dakwah, itu di antaranya ada pada ukhuwah yang terjalin, bagaimana komunikasinya, dan seperti apa cara cinta hidup di tengah-tengah perjalanan. Nah lho, ada cinca yang bakal dibahas.
Slide #6 #7 #8
Ada beberapa hal yang  prinsip banget yang harus disepakati sebelum diskusi berjalan lebih jauh untuk menyamakan frame.
       Kita adalah anak-anak muda terpelajar
       Kita adalah anak-anak muda Muslim
       Kita adalah anak-anak muda yang jatuh cinta kepada Islam hingga kita menyatu dengan Islam seutuhnya dan mendedikasikan kehidupan kita untuk Allah dan kejayaan Islam
       Kita adalah da’I, sebagaimana tertulis dalam QS. An-Nahl: 125
“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dia-lah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya. Dan Dia-lah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk.” (QS. An-Nahl: 125)
Oke kita sepakat, ada satu orang saja yang tidak sepakat, diskusi berhenti. Titik. Alhamdulillah semua sepakat. J
Setelah itu kita sama-sama menyadari bahwa konsekuensi dari empat poin itu adalah kita akan menjadi contoh, teladan, dan sorotan. Perbuatan kita akan dilihat banyak orang. Alhamdulillah ketika kita melakukan kebaikan kemudian dicontoh, maka pahala yang akan dipanen. Akan tetapi jika kita melakukan kasalahan atau sesuatu yang tak baik, kemudian kita menjadi pembenaran untuk adik-adik kita dan orang lain. Ini yang bahaya. Sebab yang saya lihat selama ini, ini yang terjadi. Apa yang kita lakukan akan diikuti oleh generasi setelahnya. Bisa jadi karena disangka itu keren, fresh, dan lain sebagainya. Dan beratnya pertanggungjawaban atas itu semua. #astaghfirullahuntukdosamasalalu
Perubahan dan perbaikan. Kita yang harus memulai! Ingatlah bahwa kita adalah ummat terbaik, seperti firman Allah swt:
“Kamu adalah ummat terbaik yang diturunkan kepada manusia. Mengajak kepada yang ma’ruf. Mencegah dari yang mungkar.” (QS. Ali Imran: 110)
Tentang ayat ini, seperti apa sih manusia terbaik itu? Diriwayatkan Imam Ahmad, Rasulullah pernah ditanya begitu. Apa jawab Rasulullah saw? Jawab beliau begini:
”Manusia yang terbaik ialah yang paling pandai membaca Al-Qur’an dan paling bertakwa di antara mereka kepada Allah, serta paling gencar dalam melakuka amar makruf nahi munkar terhadap mereka, dan paling gemar di antara mereka dalam berslilaturahmi.”
Ayat ini maknanya mencakup semua ummat ini dalam tiap generasi, dan sebaik-baik generasi adalah orang-orang yang Rasulullah saw diututs di kalangan mereka, kemudian setelahnya, dan setelahnya.
FYI nih, dalam sebuah hadits qudsi juga disampaikan kalau Allah Swt pernah berfirman, “Hai Isa, sesungguhnya Aku akan mengutus sesudahmu suatu ummat yang jika mereka mendapatkan apa yang mereka sukai, maka mereka memuji-Ku dan bersyukur kepada-Ku. Dan jika mereka tertimpa apa yang mereka tidak sukai, maka mereka ber-ihtisab (mengharapkan pahala Allah) dan bersabar, padahal tidak ada kesabaran dan tiada ilmu.” Isa bertanya, “Wahai Tuhanku, bagaimana mereka dapat berbuat demikian, padahal tanpa sabar dan tanpa ilmu?” Allah swt berfirman, “Aku beri mereka sebagian dari sifat sabar dan ilmu-Ku.”
Oke, next!
Slide #9
Nah, sekarang sudah jelas. Posisi kita dimana, sebagai apa. Ada pertanyaan nih. Sebenarnya Cuma penegasan saja. Kita yang merubah atau kita yang dirubah? Secara kita sudah tau kita siapa dan sudah tau kita ada di jalan menuju garis finish dimana banyak sekali godaan yang macam-macam.
Merubah atau dirubah?
Slide #10
Nah, waktu makin sempit, sebentar lagi ashar. Kita ngobrol masalah komunikasi dulu ya. Tiga kakak yang hadir bukan pakar komunikasi atau anak-anak jurusan komunikasi, tapi tiga kakak ini mau coba share tentang pengalaman dan ibrohnya buat temen-temen semua.
Berapa umur kita? Bisa dibilang kalau kita berada di usia yang sangat ‘lembab’. Ya! Ga kering, juga ga basah. Lembab! Alias labil. A-B-A-B-I-L. He he he. Di umuran segini lagi labil-labilnya. Ego cukup besar. Emosi berubah-ubah. Kadang lagi gandrung sama A, kadang lagi gandrung sama B. Kadang suka ini, kadang suka itu. Ya taulah labil itu yang gimana.
Terus, kadang-kadang ada selek. Antar sesama teman. Antar sesama pengurus OSIS atau Rohis. Atau satu geng, satu eksrakurikuler, atau satu halaqah. Tapi tapi tapi, tapi itu wajar kok. Kita masih belajar kan? Belajar bagaimana bisa jadi teman yang baik. Belajar bagaimana bisa jadi sahabat yang baik. Belajar bagaimana bisa jadi organisatoris yang baik. Nah, orientasinya itu belajar. Karena belajar, jadinya wajar. Segera ambil pelajaran yang ada. Pasti ada hikmahnya.
Kita belajar supaya bisa jadi manusia yang dewasa. Dewasa itu bukan masalah umur. Tapi masalah sikap. Masalah apa yang ada di otak dan hati kita plus outputnya bagaimana. Itu dewasa.
Pendidikan itu kan untuk memanusiakan manusia. Jadi lebih bertaqwa, lebih arif, lebih dewasa, lebih bersahaja, lebih bermanfaat, dan lebih manusiawi. Jadi, salah satunya disini supaya kita bisa belajar komunikasi lebih baik.
Perbanyak merenung. Bukan bengong. Untuk evaluasi diri kita sendiri dan perencanaannya ke depan mau bagaimana. Kalau ada masalah. Coba direnungin dalam-dalam. Harus berani untuk mengevaluasi diri sendiri. Kalau kita salah, jangan malu untuk minta maaf dan memperbaiki. Siapa pun bisa salah. kita bukan superman, bukan batman, apalagi nabi. Kalau kita benar, benarnya kita bukan untuk menyalahkan yang salah. Harusnya kita membuat yang salah itu jadi benar dengan (baca: memperbaiki, menasehati) cara yang paling baik.
Coba deh renungin. Yang paling baik itu bukan yang paling bisa membuktikan bahwa dirinya benar dan yang lain salah. tapi yang paling baik adalah yang mampu membuat yang salah itu jadi benar (baca: memperbaiki, menasehati, etc) dengan cara yang paling baik dan elegan.
Slide #11
Percaya deh kalau kamu bisa komunikasi dengan baik. Ada beberapa tips nih.
·         Care & Respect. Peduli dan menghargai ini perlu dijunjung tinggi. Penting banget soalnya. Jadilah pribadi yang care dan respect ya! Rasulullah itu kalau berbicara dengan orang lain, beliau menatapkan matanya sepenuhnya, beliau menghadapkan badannya sepenuhnya.
·         Berikan dan perlihatkan perhatian kita kepada orang lain. Nyatakan senyata-nyatanya dalam sikap kita. Ga perlu malu-malu.
·         Optimis dan bergairah. Optimisme itu bisa terpancar dari sorot mata dan tutur kata. Bahkan gerakan anggota tubuh kita.
·         Rendah hati kepada setiap orang. Penampilan, sikap, tutur kata kita, musti jadi perhatian kita nih. Kalau di SMA, bagaimanakah sikap kamu ke OB atau tukang kebunnya?
·         Laa taghdhab! Jangan marah ya! Kalau marah, segera isti’adzah. Kalau tidak bisa, segera duduk, atau berbaring. Insyaallah amarahnya reda. Kalau tidak bisa juga, berwudhulah!
·         Pelajari sihir memikat hati (=senyuman J). Senyuman adalah sedekah. Percaya ga dengan senyuman kita bisa mengguncang dunia?
·         Berpenampilanlah yang menarik!
·         Kuasai seni berbicara! Berbicara ada seninya. Coba deh buka-buka buku tentang seni berbicara. Atau searching di internet. Atau coba renungkan gaya-gaya bicara yang baik dan enak menurut kita. Aplikasikan di diri kita.
·         Tapi sebelum itu, pelajari seni mendengar dan menyimak. Komunikator yang baik itu bukan pembicara yang baik. Tapi sebelum itu dia adalah pendengar yang baik.
·         Silahkan dicoba. J

Slide #12
Kita masuk ke sesuatu yang ditunggu-tunggu nih. Love. C-I-N-T-A. Bilang w-o-w dulu dong.
Wooooooooowwwwww!
Siapa yang ga seneng dikagumin dan diperhatiin? Semua seneng. Manusiawi kok. Cinca, eh cinta. Cinta itu apa definisinya? Cinta adalah cinta. Cinta hanya butuh kata cinta itu sendiri untuk mendefinisikan dirinya sendiri. Weleeeeeeehh….
Cinta itu wajar. Tapi bukan diwajar-wajarkan. Maklum. Tapi bukan dimaklum-maklumkan. Justru yang jadi masalah kalau dia ga merasakan yang namanya cinta. Segera beli obat ke apotik terdekat. Kalau setelah 24 jam ga ada perubahan, hubungi dokter! Catet nih: Inget siapa kita, tujuan kita, posisi kita, dan inget batasan dan rambu-rambunya!
Disini kita tidak bicara apakah pacaran itu halal atau haram. Udah basi. Dan kita pun tau bahwa pacaran “tidak dilarang”. Yang dilarang itu mendekati zina. Nah, segala sarana, media, dalam bentuk apapun yang sewaktu-waktu bisa mengantarkan kita kepada zina, jelas dilarang. Zina mata, zina hati, zina telinga, zina kemaluan, zina jari(SMSan).
Disini kita bicara tentang prinsip yang di awal sudah kita sepakatin. Baca lagi dah. Gigit prinsip itu kuat-kuat dengan gigi geraham.
Jangan persempit makna hanya ke dalam hubungan antara dua makhluk yang tak berdosa dan saling berjanji saling setia (kadang-kadang selingkuh…haha). Bicara soal cinta, kita juga bicara soal ukhuwah. Ukhuwah itu ikatan hati karena kesamaan akidah. Kita bersaudara dalam naungan cinta-Nya. Kita bercinta di atas sajadah cinta-Nya. Ukhuwah itu, talinya adalah akidah, dan singgasananya adalah cinta. Cocwiiiitt. Mencintai dengan cara yang baik, yang diridhai Allah. Supaya barakah. Supaya dirahmati Allah. Bukan dilaknati. Bisalah bedain antara cinta dengan nafsu.
Disms sama si dia yang ganteng/cantik/pinter, terus kita girangnya bukan kepalang. Ini cinta apa nafsu? Relatif kok. Wajar kok. Tapi ya inget lagi kesepakatan kita di awal. Tapi ya bukan berarti diwajar-wajarin.
Fisik kita sempurna. Akal kita sempurna. Bisa dong bedain mana yang yes atau no. Jadi godaan/hambatan atau tidak, kita pasti ngerti. Tegas!
Slide #13
Dalam Ukhuwah Islamiyah kita ibarat satu tubuh. Satu sakit, semua merasakan sakit yang sama. Satu sakit, yang lain menjadi obat. Ukhuwah Islamiyah itu saling menguatkan. Saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran. Saling mencintai secara layak dan baik.
“Tiada sempurna keimanan seseorang di antara kalian sehingga ia mencintai saudaranya (sesama muslim) sebagaimana ia mencintai dirinya” (H.R Bukhari & Muslim)
With all the love and pride.
Reza, Ari, Taufik
22.42 Diposting oleh Taufik Aulia Rahmat 0

Unik dan Indahnya Interaksi Kita (Komunikasi, Cinta, dan Ukhuwah Islamiyyah): Materi Tashiru Rohis Ar-Rabbani



Alhamdulillah dapet kesempatan untuk upgrade kapasitas nih pas liburan. Rencana Allah selalu luar biasa. Ari Susanto, Reza Arief Fauzan; dua adik kecil dengan kapasitas besar yang berani dan berkeinginan kuat untuk berkembang. Bangga deh sama kalian. Mereka yang menjadi perantara Allah untuk merecharge semangat lagi dengan bertemu dan diskusi bersama adik-adik di Rohis Ar-Rabbani SMA Negeri 1 Tumijajar. Siang itu, Rabu, 13 Februari 2013, di ruangan yang dulu kita sebut ruangan aula atau kemudian kita lebih akrab dengan sebutan kelas XI IPA 1, berkumpullah wajah-wajah ceria yang mewarnai ruangan penuh cerita ini. Sejujurnya ketika saya kembali ke tempat ini, ke tanah ini, langkahku jadi lebih memburu, tulang punggungku jadi lebih merunduk. (#jangandipikirinparagrafini)
Reza, Ari, dan saya, membawakan sebuah diskusi yang sangat menarik dan relevan buat adik-adik insyaallah setelah sebelumnya dilakukan riset kecil-kecilan tentang materi apa yang perlu kami sajikan. Ukhuwah, yang turunannya adalah komunikasi dan cinta.
Slide #1 #2 #3
Ini adalah penegasan tentang tujuan adik-adik semua: mau belajar, sukses, berkembang, cari jodoh, ikut-ikutan, dan lain sebagainya. Ataukah kita akan termasuk ke dalam orang-orang yang celaka sebab tujuan tak jelas dan setiap harinya semakin buruk.
Slide #4 #5
Sebuah analogi tentang jalan yang harus kita lalui dimana di ujungnyalah terdapat tujuan. Dan di sekitar jalan itu terdapat beragam macam godaan yang sewaktu-waktu akan datang tanpa diundang, akan memburu tanpa dipancing. Godaan yang beragam itu dapat menggagalkan perjalanan kita, atau memperlambat laju perjalanan. Maka baiknya sekali lagi kenali lagi dengan sangat apa yang menjadi tujuanmu, jalan mana yang kau tempuh, dan pekalah terhadap godaan-godaan yang muncul.
Nah, yang kami identifikasi godaan-godaan dalam masa remaja, organisasi, dan dakwah, itu di antaranya ada pada ukhuwah yang terjalin, bagaimana komunikasinya, dan seperti apa cara cinta hidup di tengah-tengah perjalanan. Nah lho, ada cinca yang bakal dibahas.
Slide #6 #7 #8
Ada beberapa hal yang  prinsip banget yang harus disepakati sebelum diskusi berjalan lebih jauh untuk menyamakan frame.
       Kita adalah anak-anak muda terpelajar
       Kita adalah anak-anak muda Muslim
       Kita adalah anak-anak muda yang jatuh cinta kepada Islam hingga kita menyatu dengan Islam seutuhnya dan mendedikasikan kehidupan kita untuk Allah dan kejayaan Islam
       Kita adalah da’I, sebagaimana tertulis dalam QS. An-Nahl: 125
“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dia-lah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya. Dan Dia-lah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk.” (QS. An-Nahl: 125)
Oke kita sepakat, ada satu orang saja yang tidak sepakat, diskusi berhenti. Titik. Alhamdulillah semua sepakat. J
Setelah itu kita sama-sama menyadari bahwa konsekuensi dari empat poin itu adalah kita akan menjadi contoh, teladan, dan sorotan. Perbuatan kita akan dilihat banyak orang. Alhamdulillah ketika kita melakukan kebaikan kemudian dicontoh, maka pahala yang akan dipanen. Akan tetapi jika kita melakukan kasalahan atau sesuatu yang tak baik, kemudian kita menjadi pembenaran untuk adik-adik kita dan orang lain. Ini yang bahaya. Sebab yang saya lihat selama ini, ini yang terjadi. Apa yang kita lakukan akan diikuti oleh generasi setelahnya. Bisa jadi karena disangka itu keren, fresh, dan lain sebagainya. Dan beratnya pertanggungjawaban atas itu semua. #astaghfirullahuntukdosamasalalu
Perubahan dan perbaikan. Kita yang harus memulai! Ingatlah bahwa kita adalah ummat terbaik, seperti firman Allah swt:
“Kamu adalah ummat terbaik yang diturunkan kepada manusia. Mengajak kepada yang ma’ruf. Mencegah dari yang mungkar.” (QS. Ali Imran: 110)
Tentang ayat ini, seperti apa sih manusia terbaik itu? Diriwayatkan Imam Ahmad, Rasulullah pernah ditanya begitu. Apa jawab Rasulullah saw? Jawab beliau begini:
”Manusia yang terbaik ialah yang paling pandai membaca Al-Qur’an dan paling bertakwa di antara mereka kepada Allah, serta paling gencar dalam melakuka amar makruf nahi munkar terhadap mereka, dan paling gemar di antara mereka dalam berslilaturahmi.”
Ayat ini maknanya mencakup semua ummat ini dalam tiap generasi, dan sebaik-baik generasi adalah orang-orang yang Rasulullah saw diututs di kalangan mereka, kemudian setelahnya, dan setelahnya.
FYI nih, dalam sebuah hadits qudsi juga disampaikan kalau Allah Swt pernah berfirman, “Hai Isa, sesungguhnya Aku akan mengutus sesudahmu suatu ummat yang jika mereka mendapatkan apa yang mereka sukai, maka mereka memuji-Ku dan bersyukur kepada-Ku. Dan jika mereka tertimpa apa yang mereka tidak sukai, maka mereka ber-ihtisab (mengharapkan pahala Allah) dan bersabar, padahal tidak ada kesabaran dan tiada ilmu.” Isa bertanya, “Wahai Tuhanku, bagaimana mereka dapat berbuat demikian, padahal tanpa sabar dan tanpa ilmu?” Allah swt berfirman, “Aku beri mereka sebagian dari sifat sabar dan ilmu-Ku.”
Oke, next!
Slide #9
Nah, sekarang sudah jelas. Posisi kita dimana, sebagai apa. Ada pertanyaan nih. Sebenarnya Cuma penegasan saja. Kita yang merubah atau kita yang dirubah? Secara kita sudah tau kita siapa dan sudah tau kita ada di jalan menuju garis finish dimana banyak sekali godaan yang macam-macam.
Merubah atau dirubah?
Slide #10
Nah, waktu makin sempit, sebentar lagi ashar. Kita ngobrol masalah komunikasi dulu ya. Tiga kakak yang hadir bukan pakar komunikasi atau anak-anak jurusan komunikasi, tapi tiga kakak ini mau coba share tentang pengalaman dan ibrohnya buat temen-temen semua.
Berapa umur kita? Bisa dibilang kalau kita berada di usia yang sangat ‘lembab’. Ya! Ga kering, juga ga basah. Lembab! Alias labil. A-B-A-B-I-L. He he he. Di umuran segini lagi labil-labilnya. Ego cukup besar. Emosi berubah-ubah. Kadang lagi gandrung sama A, kadang lagi gandrung sama B. Kadang suka ini, kadang suka itu. Ya taulah labil itu yang gimana.
Terus, kadang-kadang ada selek. Antar sesama teman. Antar sesama pengurus OSIS atau Rohis. Atau satu geng, satu eksrakurikuler, atau satu halaqah. Tapi tapi tapi, tapi itu wajar kok. Kita masih belajar kan? Belajar bagaimana bisa jadi teman yang baik. Belajar bagaimana bisa jadi sahabat yang baik. Belajar bagaimana bisa jadi organisatoris yang baik. Nah, orientasinya itu belajar. Karena belajar, jadinya wajar. Segera ambil pelajaran yang ada. Pasti ada hikmahnya.
Kita belajar supaya bisa jadi manusia yang dewasa. Dewasa itu bukan masalah umur. Tapi masalah sikap. Masalah apa yang ada di otak dan hati kita plus outputnya bagaimana. Itu dewasa.
Pendidikan itu kan untuk memanusiakan manusia. Jadi lebih bertaqwa, lebih arif, lebih dewasa, lebih bersahaja, lebih bermanfaat, dan lebih manusiawi. Jadi, salah satunya disini supaya kita bisa belajar komunikasi lebih baik.
Perbanyak merenung. Bukan bengong. Untuk evaluasi diri kita sendiri dan perencanaannya ke depan mau bagaimana. Kalau ada masalah. Coba direnungin dalam-dalam. Harus berani untuk mengevaluasi diri sendiri. Kalau kita salah, jangan malu untuk minta maaf dan memperbaiki. Siapa pun bisa salah. kita bukan superman, bukan batman, apalagi nabi. Kalau kita benar, benarnya kita bukan untuk menyalahkan yang salah. Harusnya kita membuat yang salah itu jadi benar dengan (baca: memperbaiki, menasehati) cara yang paling baik.
Coba deh renungin. Yang paling baik itu bukan yang paling bisa membuktikan bahwa dirinya benar dan yang lain salah. tapi yang paling baik adalah yang mampu membuat yang salah itu jadi benar (baca: memperbaiki, menasehati, etc) dengan cara yang paling baik dan elegan.
Slide #11
Percaya deh kalau kamu bisa komunikasi dengan baik. Ada beberapa tips nih.
·         Care & Respect. Peduli dan menghargai ini perlu dijunjung tinggi. Penting banget soalnya. Jadilah pribadi yang care dan respect ya! Rasulullah itu kalau berbicara dengan orang lain, beliau menatapkan matanya sepenuhnya, beliau menghadapkan badannya sepenuhnya.
·         Berikan dan perlihatkan perhatian kita kepada orang lain. Nyatakan senyata-nyatanya dalam sikap kita. Ga perlu malu-malu.
·         Optimis dan bergairah. Optimisme itu bisa terpancar dari sorot mata dan tutur kata. Bahkan gerakan anggota tubuh kita.
·         Rendah hati kepada setiap orang. Penampilan, sikap, tutur kata kita, musti jadi perhatian kita nih. Kalau di SMA, bagaimanakah sikap kamu ke OB atau tukang kebunnya?
·         Laa taghdhab! Jangan marah ya! Kalau marah, segera isti’adzah. Kalau tidak bisa, segera duduk, atau berbaring. Insyaallah amarahnya reda. Kalau tidak bisa juga, berwudhulah!
·         Pelajari sihir memikat hati (=senyuman J). Senyuman adalah sedekah. Percaya ga dengan senyuman kita bisa mengguncang dunia?
·         Berpenampilanlah yang menarik!
·         Kuasai seni berbicara! Berbicara ada seninya. Coba deh buka-buka buku tentang seni berbicara. Atau searching di internet. Atau coba renungkan gaya-gaya bicara yang baik dan enak menurut kita. Aplikasikan di diri kita.
·         Tapi sebelum itu, pelajari seni mendengar dan menyimak. Komunikator yang baik itu bukan pembicara yang baik. Tapi sebelum itu dia adalah pendengar yang baik.
·         Silahkan dicoba. J

Slide #12
Kita masuk ke sesuatu yang ditunggu-tunggu nih. Love. C-I-N-T-A. Bilang w-o-w dulu dong.
Wooooooooowwwwww!
Siapa yang ga seneng dikagumin dan diperhatiin? Semua seneng. Manusiawi kok. Cinca, eh cinta. Cinta itu apa definisinya? Cinta adalah cinta. Cinta hanya butuh kata cinta itu sendiri untuk mendefinisikan dirinya sendiri. Weleeeeeeehh….
Cinta itu wajar. Tapi bukan diwajar-wajarkan. Maklum. Tapi bukan dimaklum-maklumkan. Justru yang jadi masalah kalau dia ga merasakan yang namanya cinta. Segera beli obat ke apotik terdekat. Kalau setelah 24 jam ga ada perubahan, hubungi dokter! Catet nih: Inget siapa kita, tujuan kita, posisi kita, dan inget batasan dan rambu-rambunya!
Disini kita tidak bicara apakah pacaran itu halal atau haram. Udah basi. Dan kita pun tau bahwa pacaran “tidak dilarang”. Yang dilarang itu mendekati zina. Nah, segala sarana, media, dalam bentuk apapun yang sewaktu-waktu bisa mengantarkan kita kepada zina, jelas dilarang. Zina mata, zina hati, zina telinga, zina kemaluan, zina jari(SMSan).
Disini kita bicara tentang prinsip yang di awal sudah kita sepakatin. Baca lagi dah. Gigit prinsip itu kuat-kuat dengan gigi geraham.
Jangan persempit makna hanya ke dalam hubungan antara dua makhluk yang tak berdosa dan saling berjanji saling setia (kadang-kadang selingkuh…haha). Bicara soal cinta, kita juga bicara soal ukhuwah. Ukhuwah itu ikatan hati karena kesamaan akidah. Kita bersaudara dalam naungan cinta-Nya. Kita bercinta di atas sajadah cinta-Nya. Ukhuwah itu, talinya adalah akidah, dan singgasananya adalah cinta. Cocwiiiitt. Mencintai dengan cara yang baik, yang diridhai Allah. Supaya barakah. Supaya dirahmati Allah. Bukan dilaknati. Bisalah bedain antara cinta dengan nafsu.
Disms sama si dia yang ganteng/cantik/pinter, terus kita girangnya bukan kepalang. Ini cinta apa nafsu? Relatif kok. Wajar kok. Tapi ya inget lagi kesepakatan kita di awal. Tapi ya bukan berarti diwajar-wajarin.
Fisik kita sempurna. Akal kita sempurna. Bisa dong bedain mana yang yes atau no. Jadi godaan/hambatan atau tidak, kita pasti ngerti. Tegas!
Slide #13
Dalam Ukhuwah Islamiyah kita ibarat satu tubuh. Satu sakit, semua merasakan sakit yang sama. Satu sakit, yang lain menjadi obat. Ukhuwah Islamiyah itu saling menguatkan. Saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran. Saling mencintai secara layak dan baik.
“Tiada sempurna keimanan seseorang di antara kalian sehingga ia mencintai saudaranya (sesama muslim) sebagaimana ia mencintai dirinya” (H.R Bukhari & Muslim)
With all the love and pride.
Reza, Ari, Taufik
22.27 Diposting oleh Taufik Aulia Rahmat 0